Selamat datang di blok pertanian semoga bermanfaat buat petani...

Salam Pertanian
Petani Sejahtera Bangsa Berjaya

Senin, 03 Januari 2011

VERTIKULTUR

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bercocok tanam secara vertikultur sedikit berbeda dengan bercocok tanam di kebun atau di ladang. Vertikultur diartikan sebagai teknik budidaya tanaman secara vertikal sehingga penanamannya dilakukan dengan menggunakan sistem bertingkat dan tidak membutuhkan lahan yang banyak.
Sistem vertikultur memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem budidaya biasa. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain kualitas produk lebih baik dan lebih bersih; kuantitas produksi lebih tinggi dan kontinuitas produk terjaga; efisiensi lahan, pupuk, air, benih dan tenaga kerja; menjadi lahan bisnis, baik langsung ataupun tidak langsung; mempercantik halaman dan berfungsi sebagai paur-paru kota dan sebagainya (harmanto, 2000).
Saat ini kebutuhan akan lahan pertanian semakin sempit terutama di kota-kota besar. Sedangkan jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun membuat kebutuhkan akan pangan semakin meningkat. Terdorong oleh keadaan yang demikian, maka banyak orang melakukan budidaya tanaman dengan sistem vertikultur.
Praktikum ini dilakukan agar mahasiswa dapat meningkatkan ketrampilan dalam bidang pertanian terutama vertikultur. Diharapkan mahasiswa mampu menerapkan vertikultur sebagai hasil dari pembelajaran mata kuliah teknih hidroponik ini.
Dalam sistem vertikultur, jenis komoditas dan bentuk bangunan sangat penting untuk dipertimbangkan mengingat morfologi dan letak tanaman nantinya akan ditempatkan. Model bangunan tersebut harus sesuai dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan karena penempatan tanaman yang salah pada bangunan vertikultur akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut. Oleh karena itu, model bangunan dan penempatan tanaman harus dibuat sedemikian rupa agar mendukung pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan.
2. Tujuan
Mahasiswa mampu dan terampil dalam membudidayakan tanaman secara vertikultur.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Kesuburan tanah dapat ditingkatkan melalui tindakan pemupukan. Untuk memperoleh hasil yang tinggi dan tetap memperhatikan kaidah konservasi dalam penggunaan pupuk perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu pemberian pupuk dengan jenis dan jumlah yang benar, pemilihan sumber pupuk yang benar untuk memasok hara yang diperlukan dan pemberian pada saat dan cara yang tepat. Pemberian pupuk organik berarti menambah kandungan bahan organik sehingga pengaruhnya terhadap sifat fisik, kimia, dan hayati media juga meningkat. Sumber bahan organik yang saat ini cukup potensial dijadikan sebagai pupuk organik adalah limbah ternak (pupuk kandang) (Agustono et al., 2005).
Kata vertikultur diambil dari bahasa Inggris, verticulture yang merupakan penggabungan dua kata, vertical dan culture. Pengertiannya adalah suatu cara pertanian yang dilakukan dengan sistem bertingkat. Mengolah tanah dalam sistem ini tidak jauh berbeda dengan menanam pohon seperti di sebuah kebun atau sawah. Namun ada kelebihan yang diperoleh, yaitu dengan lahan yang minimal mampu menghasilkan hasil yang maksimal (Anonim, 2010).
Ketersediaan unsur hara yang cukup memungkinkan proses fotosintesa optimum dan asimilat yang dihasilkan dapat digunakan sebagai cadangan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena cadangan makanan di dalam jaringan lebih banyak akan memungkinkan terbentuknya daun banyak pula (Pramono, 2002).
Salah satu hal yang perlu diperhatikan bahwa unsur mikro diperlukan dalam jumlah yang sedikit sesuai kebutuhannya. Oleh karena itu penggunaan pupuk perlu mempertimbangkan patokan-patokannya sehingga dapat digunakan oleh tanaman secara efisien. Salah satu sifat umum unsur mikro adalah penyerapannya harus sesuai dengan kebutuhan dan apabila berlebihan dapat merusak perkembangan tanaman (Sutapradja, 1996).
Kekurangan sistem vertikultur antara lain rawan terhadap serangan jamur, sehingga pemantauan kondisi pertanaman harus sering dilakukan. Populasi tanaman yang tinggi menyebabkan kelembaban udara tinggi, sehingga memungkinkan serangan penyakit mudah menyebar. Penyiraman harus dilakukan secara kontinyu meskipun hujan, terutama bila tanaman ditanam pada sistem bangunan beratap (Haryanto et al., 1995).
C. METODE PRAKTIKUM
1. Waktu Pelaksanaan Praktikum
Pada Praktikum hidroponik system DFT dilaksanakan pada tanggal 17 November 2010 di Rumah Kaca B Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Alat dan Bahan
1. Bangunan Vertikultur
2. Media Tanam
3. Nutrisi
4. Bibit Tanaman
3. Cara Kerja
(Untuk 3 kelompok perkelas).
1. Mempersiapkan bangunan vertikultur
2. Mengisi kolom dengan media
3. Mempersiapkan nutrisi
4. Menanam bibit
5. Memelihara
6. Pengamatan pertumbuhan.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Pengamatan
Tabel 2.3 Vertikultur Tanaman Sawi
Tanggal Sampel Tinggi Banyak Daun
24/11. 10 1a 5 2
1b 5 2
2a 3,8 2
2b 5,7 2
3a 4,4 2
3b 7,6 2
4a 6 2
4b 4,8 2
5a 6,5 2
5b 5,1 2
6a 6 2
6b 5,7 2
7a 5,3 2
7b 4,9 2
8a 4,6 2
8b 5,9 2
9a 4,0 2
9b 6,1 2
10a 5,3 2
10b 0,6 2
Sumber : Laporan Sementara












Tabel 2.4 Vertikultur Tanaman Kangkung
Tanggal Sampel Tinggi
24/11. 10 1 0,5
2 8
3 10
4 6,5
5 3,2
6 6,6
7 1,4
8 1,3
9 3,4
10 2,4
11 9,6
12 0,6
13 6,8
14 6,2
15 6,8
Sumber : Laporan Sementara

Tabel 2.5 Vertikultur Tanaman Kangkung
Tanggal Sampel Tinggi Banyak Daun Muncul Tunas
1/12. 10 1 1,6 3 V
2 Mati 0 -
3 5,3 4 V
4 Mati 0 -
5 3,3 3 V
6 5,7 4 V
7 2 0 V
8 5 4 V
9 3,5 5 V
10 5,5 3 V
11 9,9 5 V
12 Mati 0 -
13 6,4 4 V
14 10,6 5 V
15 9,5 4 V
Sumber : Laporan Sementara





Tabel 2.6 Vertikultur Tanaman Sawi
Tanggal Sampel Tinggi Banyak Daun
1/12. 10 1a 6,8 4
1b Mati 4
2a 3,3 4
2b 4 4
3a 4,5 4
3b 2,5 3
4a - 3
4b 4,2 3
5a 3,7 4
5b 6 4
6a 5,9 4
6b 4,7 4
7a 3,4 3
7b 3,4 3
8a 3,8 4
8b 4,3 3
9a 4 5
9b Mati 5
10a 6,1 5
10b 5 4
Sumber : Laporan Sementara

Tabel 2.7 Vertikultur Tanaman Kangkung
Tanggal Sampel Tinggi Banyak Daun
8/12. 10 1 4,8 6
2 Mati 0
3 6,2 5
4 Mati 0
5 2 2
6 8 4
7 2 0
8 10,7 6
9 9,5 5
10 8,7 5
11 12,5 4
12 Mati 0
13 Mati -
14 20,5 5
15 17,8 7
Sumber : Laporan Sementara



Tabel 2.8 Vertikultur Tanaman Sawi
Tanggal Sampel Tinggi Banyak Daun
1/12. 10 1a 6 4
1b 3,3 5
2a 4 3
2b 3,5 3
3a 3,2 5
3b 2 4
4a 5 4
4b 5 4
5a 6,5 5
5b 3 4
6a 5,5 5
6b 2,5 4
7a 4 3
7b 4,1 4
8a 4 4
8b 4,2 3
9a 1,5 4
9b 4,7 4
10a 3,5 5
10b 4 4
Sumber : Laporan Sementara
2. Pembahasan
Vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam bahasa Inggris. Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu vertical dan culture. Di bidang pertanian, pengertian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Suatu teknik atau cara budidaya tanaman semusim (khusunya sayuran) pada lahan terbatas yang diatur secara bersusun menggunakan bangunan/tempat khusus atau model wadah tertentu dengan menerapkan paket teknologi maju, serta komoditas yang diusahakan bernilai ekonomi tinggi. Dalam pelaksanaannya praktikum ini untuk pengairan dan pemberian nutrisi diberikan dalam bentuk pengairan tetes. Hal ini dimaksudkan untuk efisiensi waktu, dan untuk deras tidak aliran dapat diatur sehingga dapat diperhitungkan kapan waktu untuk mengisinya kembali.
Vertikultur merupakan salah satu cara budidaya yang efektif untuk dilaksanakan di daerah yang tidak memiliki lahan luas, seperti di perkotaan. Budidaya secara vertikultur tanaman ditanam pada wadah yang disusun secara bertingkat sehingga pada lahan yang sempit dapat memperoleh hasil yang cukup banyak. Budidaya secara vertikultur juga menghematan penggunaan pupuk dan air.
Pada hasil pengamatan vertkultur tanaman kangkung dan sawi. Pada pengamatan pertama pertumbuhan sangat baik. Tetapi pada pengamatan minggu ke-3 ada 3 sampel mati hal ini dikarenakan nutrisi yang beredar kandungan nutrisinya sudah semakin rendahh sehingga banyak tanaman yang akhirya mati. Pada minggu ke 3 sudah muncul tunas tetapi ada sebagian yang belum muncul pada tanaman kangkung. Pada tanaman sawi pertumbuhan juga baik dari hari kehari mengalami pertambahan tinggi dan jumlah daun.
E. Kesimpulan dan saran
1. Kesimpulan
a. Vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Suatu teknik atau cara budidaya tanaman semusim (khusunya sayuran) pada lahan terbatas yang diatur secara bersusun menggunakan bangunan/tempat khusus atau model wadah tertentu dengan menerapkan paket teknologi maju, serta komoditas yang diusahakan bernilai ekonomi tinggi
b. Vertikultur merupakan salah satu cara budidaya yang efektif untuk dilaksanakan di daerah yang tidak memiliki lahan luas, seperti di perkotaan.
c. Pada hasil pengamatan vertkultur tanaman kangkung dan sawi. Pada pengamatan pertama pertumbuhan sangat baik. Tetapi pada pengamatan minggu ke-3 ada 3 sampel mati hal ini dikarenakan nutrisi yang beredar kandungan nutrisinya sudah semakin rendahh sehingga banyak tanaman yang akhirya mati.
2. Saran
Sebaiknya mahasiswa di libatkan dalam membuat rancang bangun dan cara membuat aliran nutrisi. Jangan cuma menanam.


DAFTAR PUSTAKA

Agustono, Rohadi, dan Hendrawan. 2005. Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum) pada Beberapa Jenis Pupuk Organik dan Anorganik. J. Penelitian dan Informasi Pertanian “Agrin” 9 (1) April 2005.
Anonim. 20010. OPINI: Solusi Bertanam di Ruang Sempit dan Padat. http://www.studiolanskap.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=22. Diakses pada 2 Januari 2009
Haryanto, E., T. Suhartini, E. Rahayu, dan H. Sunarjono. 1995. Sawi dan Selada. Penebar Swadaya. Jakarta.
Pramono, H. 2002. Pemupukan Casting Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) di Tanah Regosol. Jurnal Panel Agronomika 2 (1): 51 – 62.
Sutapradja, H. 1996. Kaitan Antara Pemberian Cu dan dosis K, Mg, Serta Ca Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah. Jurnal Hortikultura 5 (5): 39–44.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Apa yang membuat petani untuk menggunkan pestisida untuk mengendalikan hama.