Selamat datang di blok pertanian semoga bermanfaat buat petani...

Salam Pertanian
Petani Sejahtera Bangsa Berjaya

Rabu, 09 Februari 2011

MUTU PRODUK PERTANIAN

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Sebagai negara agraris yang beriklim tropis, Indonesia memiliki potensi besar menghasilkan berbagai varietas sayuran dan buah. Tidak jarang pula berbagai jenis buah dan sayuran asli Indonesia diekspor dan mendatangkan devisa yang cukup besar. Untuk meningkatkan nilai jual pelbagai komoditas itu, penanganan produk, mulai dari tahap pemanenan, pengumpulan, hingga pascapanen, harus diperhatikan dengan saksama.
Setelah dipanen, buah akan memasuki tahap pengumpulan. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap itu ialah pemilihan lokasi. Usahakan produk dikumpulkan di tempat yang dekat dengan tempat panen. Harus diupayakan pula agar produk tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Buah-buahan kemudian diseleksi atau dikenal dengan istilah sortasi. Sortasi dilakukan untuk memisahkan buah-buah yang luka, busuk, dan cacat lainnya untuk menghindari penularan infeksi ke produk lain. Setelah selesai diseleksi, buah dicuci dan disikat dengan sikat halus agar terbebas dari kotoran tanah, debu, serta residu pestisida. Selanjutnya buah memasuki tahap grading, yakni tahap pemisahan produk berdasarkan mutu, warna, berat, dan ukuran.
Sifat produk hortikultura antara lain mudah rusak dan busuk. Kerusakan buah dapat terjadi secara fisis, kemanis, khemis dan mikrobiologi baik sewaktu pengangkutan maupun penyimpanan. Untuk menekan tingkat kerusakan ataupun resiko busuk produk hortikultura, diperlukan penanganan pasca panen, ini meliputi penyortiran dan pengepakan.
Di dalam bisnis hortikultura, grading merupakan hal yang sangat penting. Grading dapat dilakukan dengan melihat mutu produk dengan demikian dapat diberikan harga yang sesuai dengan mutunya. Hasil yang bermutu tinggi tentu harganya tinggi. Sistem grading sangat bervariasi tergantong komoditi dan negara penghasil.
2. Tujuan Praktikum
Praktikum acara III (Mutu Produk) mempunyai tujuan, antara lain :
a. Agar dapat memisahkan antara produk buah atau sayur yang baik dan yang jelek.
b. Agar dapat mengelompokkan buah/sayur berdasarkan pada ukurannya.
3. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum acara ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 pukul 15.00 – 17.00 WIB di Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

B. Tinjauan Pustaka
Penanganan buah-buahan pada tahap pascapanen juga harus diperhatikan. Secara garis besar, ada dua faktor yang memengaruhi penanganan produk-produk hortikultura pascapanen, yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan. Faktor biologis meliputi respirasi, produksi etilen, perubahan komposisi kimia, dan kehilangan air. Adapun faktor lingkungan meliputi suhu, kelembapan, dan komposisi atmosfer. Kedua faktor itu bisa merusak atau menurunkan kualitas produk hortikultura. Hal lain yang harus diperhatikan produsen produk-produk hortikultura ialah cara pengemasan. Sebaiknya dipilih kemasan yang bisa melindungi produk dari kerusakan (Anonim, 2010).
Sortasi dilakukan dengan tujuan memisahkan hasil panen yang baik dan yang jelek. Pengertian baik disini adalah yang tidak mengalami kebusukan atau kerusakan fisik akibat penguapan atau serangan hama dan penyakit. Grading dilakukan berdasrkan saat panen. Baby corn misalya, bernilai ekonomis tinggi bila dipanen mudah. Grading juga bertujuan untuk memisahkan hasil panen berdasarkan ukuran. Bila penilaianya demikian, sayuran berukuran besar harganya lebih mahal. Akan tetapi, pengkelasan juga di sesuaikan dengan kebiasaan pada suatu negara sistem pengkelasan juga di sesuaikan dengan kebiasaan pada suatu. Sistem suatu negara bisa jadi tidak berlaku pada negara lain (Setyowati dan Asiani, 1992).
Sayur yang dipilih adalah jenis jenis produk sesuai dengan standar mutu yang telah disepakati antara packaging dengan para pemasok(divisi produksi, kemitraan, maupun petani itu sendiri) datang langsung untuk mengirim sayuran hasil produksinya untuk disetoran kepada PT.Saung Mirwan. Selain diantar sendiri. Pihak produksi/mitra untuk membantu pengangkutannya dari lahan ke packing. Apabila pihak pemasok datang sendiri, maka wajib bagi mereka untuk menyaksikan kegiatan sortasi agar tidak ada pihak yang dirugikan dan apabila ada kerusakan yang terjadi sehinga dapat dilakukan perbaikan handling sayuran pada saat pasca panen
(Anonim, 2010).
Masing-masing buah,sayur atau bunga memberikan variasi sangat besar besar pada ukuran,bentuk,warna dan bebas dari cacat/kerusakan. Bagiamanapun, konsumen menginginkan keseragaman bukan perbedaan. Untuk membentuk keseragaman dalam kualitas pasar, sebagian besar produk holtikultura dibagi menjadi 3 atau 4 kelas atau grade dalam perdagangan. Sebagai contoh kelas harga peach adalah U.S fancy, U.S nomor 1dan U.S nomor 2. Kelas U.S fancy mengiginkan buah dengan diameter minimal 1,9 inchi dengan warna merah menutupi lebih dari 50% bagian buah dan bebas dari cacat (Edmond et al, 1983).
Di tempat pengumpulan, polong buncis disortasi, yaitu memisahkan polong yang busuk atau kena serangan hama dan penyakit, polong terlalu tua dan polong yang abnormal (bengkok-bengkok). Bersamaan dengan waktu sortasi, dilakukan pula pengkelasan (klasifikasi) polong, terutama untuk sasaran pasar swalayan ataupun tujuan diekspor. Mutu polong buncis untuk sasaran eksport tersebut meliputi kriteria ukuran panjang polong, berwarna hijau segar, bentuk polong lurus, bebas serangan hama dan penyakit atau kotoran lain dan keadaan polong masih muda. Ukuran polong bervariasi tergantung varietasnya. Varietas buncis tipe tegak seperti Cyprus polongnya mencapai 13 – 14 cm. panjang polong buncis tipe merambat dapat mencapai 30 cm (Rukmana, 1994).
C. Alat, Bahan dan Cara Kerja
1. Alat
- Alat tulis
- Jangka Sorong
2. Bahan
a. Buah Apel
b. Jeruk
c. Buncis
d. Tomat
3. Cara kerja
a. Sortasi
Memisahkan buah dan sayuran berdasarkan kenampakannnya yang terlihat (baik atau buruknya). Misalkan adanya serangan hama penyakit, tanda-tamda busuk, adanya kotoran atau bercak pada kulit dsb. Kemudian dikemukakan alasanya.
b. Grading
Mengelompokkan produk buah atau sayuran tersebut berdasarkan ukuran (besar, sedang, kecil), tingkat kemasakan dan sebagainya. Selanjutnya mengambil kesimpulan terhadap produk yang diamati.






C. Hasil Pengamatan
1. Hasil Pengamatan
Tabel 3.1. Hasil Pengamatan Sortasi Pada KOmoditas Buah dan Sayuran

No. Komoditas Baik Buruk Total % Baik % Buruk
Hama Penyakit Memar
1. Apel 3 2 2 11 18 16,67% 83,33%
2. Jeruk 12 - 1 5 18 66,67% 33,33%
3. Wortel 12 - 2 4 18 66,67% 33,33%
4. Kentang 13 - - 5 18 72,22% 27,28%
5. Tomat 8 2 1 3 14 57,14% 42,86%
Sumber : Laporan Sementara
Tabel 3.2 Hasil Pengamatan Grading Pada Komoditas Buah dan Sayuran
Grading Komoditas
Apel % Jeruk % Wortel % Kentang % Tomat %
Ukuran Besar 7 38,88 2 11,22 8 44,45 3 16,67 4 28,52
Sedang 9 50 2 11,11 5 27,77 7 38,88 8 57,14
Kecil 2 11,12 14 77,78 5 27,78 8 44,45 2 14,29
Warna Hijau 3 16,67 3 25 1 7,14
Merah
Kehijauan 16 88,89 3 21,43
Merah 10 71,43
Kuning 2 11,11 7 38,89
Kuning Kehijauan 8 44,44
Coklat 18 100
Orange 9 75
Kuning Kemerahan
Sumber : Laporan Sementara
Analisis
Sortasi
% Baik % Buruk
Apel = % Apel = %
Jeruk = % Jeruk = %
Wortel = % Wortel = %
Kentang = Kentang =
Tomat = % Tomat = %
Grading
Ukuran
Besar Sedang
Apel = % Apel = %
Jeruk = % Jeruk = %
Wortel = % Wortel = %
Kentang = Kentang =
Tomat = % Tomat = %

Kecil
Apel = %
Jeruk = %
Wortel = %
Kentang =
Tomat = %
Warna
Hijau Merah Kehijauan
Jeruk = % Apel = %
Wortel = % Tomat = %
Tomat = %
Merah Kuning
Tomat = % Apel = %
Jeruk = %
Kuning Kehijauan Coklat
Jeruk = % Kentang =
Orange
Wortel = %
2. Pembahasan
Sortasi adalah memisahkan buah atau sayuran berdasarkan kenampakan yang terlihat (baik atau buruknya). Misalkan adanya serangan hama dan penyakit, tanda-tanda busuk, adanya kotoran atau bercak pada kulit. Grading adalah mengelompokkan produk buah atau sayuran tersebut berdasarkan ukuran (besar, kecil, sedang) serta tingkat kemasakan. Grading bisa dilakukan bersamaan dengan penyortiran atau dilakukan secara terpisah. Di Indonesia pemilihan buah masih dilakukan secara manual. Pekerjaan cara manusia biasanya memerlukan orang yang tahu betul masalah mutu buah. Biasanya masalah grading di Indonesia belum bisa dilaksanakan secara penuh karena masih banyak mengalami hambatan dalam pelaksanaanya.
Untuk hasil pengamatan sortasi jumlah apel yang digunakan 18, mutunya baik 3 buah, terserang hama 2, penyakit 2, memar 11 dan % baiknya 16,67%, % buruknya 83,33 %. Untuk Jeruk jumlahnya 18, mutunya baik 12 buah, terserang hama tidak ada, penyakit 1, memar 5 dan % baiknya 66,67%, % buruknya 33,33 %. Untuk wortel jumlahnya 18, mutunya baik 12 buah, terserang hama tidak ada, penyakit 2, memar 4 dan % baiknya 66,67%, % buruknya 33,33 %. Untuk kentang jumlahnya 18, mutunya baik 13 buah, terserang hama tidak ada, penyakit tidak ada, memar 5 dan % baiknya 72,22 %, % buruknya 27,78 %. Untuk Tomat jumlahnya 14, mutunya baik 8 buah, terserang hama 2, penyakit 1, memar 3 dan % baiknya 57,14 %, % buruknya 42,86 %.
Untuk Hasil Pengamatan Grading berdasarkan ukuran besar apel 38,88 %, Jeruk 11,12 %, wortel 44,45 %, Kentang 16,67 %, Tomat 28,52 %. Ukuran Sedang Apel 50 %, Jeruk 11,12 %, Wortel 27,77 %, Kentang 38,88 %, Tomat 57, 14 %. Untuk ukuran kecil apel 11,12 %, Jeruk 77,78 %, Wortel 27,78 %, kentang 44,45 %, tomat 14,29 %. Untuk Grading berdasarkan warna yaitu Hijau, Jeruk 16,67 %, Wortel 25 %, Tomat 7,14 %. Warna merah kehijauan apel 88,89 %, Tomat 21,43 %, Merah yaitu Tomat 71,43 %. Untuk kuning yaitu apel 11,12 %, Jeruk 38,89 %, Kuning Kehijauan yaitu Jeruk 44,44 %, Coklat yaitu Kentang 100 %, Orange yaitu wortel 75 %.
Sortasi dan grading sangat bermanfaat khususnya dalam pemasaran karena dapat meningkatkan harga jual produk hortikultura.
Kesimpulan
a. Sortasi adalah memisahkan sayuran atau buah berdasarkan kenampakan yang terlihat (baik atau buruk).
b. Grading adalah mengelompokkan sayuran atau buah berdasarkan ukuran (besar, kecil, sedang), tingkat kemasakan, warna.
c. Sortasi dan grading sangat bermanfaat dalam pemasaran karena dapat mengingkatkan harga jula produk.



Daftar Pustaka

Anonim. 2010. http:// www. Saung Mirwan. Com/id/Packing/
Anonim. 2010. http:// www. Mutu produk. Com/id/Packing/
Edmond,J.B. T.L.Senn.F.S.Andrews.R.G.Halfcare. 1983. Fundamentals of Horticulture. Tata Mc Graw Trill Publishing Company LTD. New Delhi

Rukmana, R. 1994. Bertanam Buncis. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Setyowati,R.W dan Asiani,B.1992. Pasca Panen Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Apa yang membuat petani untuk menggunkan pestisida untuk mengendalikan hama.