Selamat datang di blok pertanian semoga bermanfaat buat petani...

Salam Pertanian
Petani Sejahtera Bangsa Berjaya

Senin, 10 Oktober 2011

Budidaya Kangkung

A. PENDAHULUAN
Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae (keluarga kangkung-kangkungan). Kedudukan tanaman kangkung dalam sistematika tumbuh-tumbuhan diklasifikasikan ke dalam:
a) Divisio : Spermatophyta
b) Sub-divisio : Angiospermae
c) Kelas : Dicotyledonae
d) Famili : Convolvulaceae
e) Genus : Ipomoea
f) Species : Ipomoea reptans
Kangkung merupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea reptans terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung Darat yang disebut Kangkung Cina dan Kangkung Air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa atau parit-parit (Dimas, 2009).

B. HASIL SURVEI BUDIDAYA KANGKUNG
Survai kebun kangkung ini dilaksanakan di kebun bapak citro suratno yang berlokasi di dilakukan di Jatisari Sapen Mojolaban Sukoharja.
1. Bahan tanam yang digunakan
Bahan yang digunakan untuk budidaya kangkung yang dilakukan oleh bapak Citro adalah biji kangkung darat karena lebih mudah saat dilakukan penanaman tinggla menungal dan memasukkan benih kangkung.
2. Perolehan Benih
Benih di peroleh dari pasar dengan harga Rp 15.000 per kantong mendapatkan biji 1/2 kg. Luas kebun yang di miliki oleh pak Citro 12m2 memerlukan 1,5 kg biji kangkung dengan setiap lubang tanam di beri lima biji dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm.
3. Persiapan lahan dan pengolahan lahan
Lahan seluas 12 m2 pertama di lakukan pengolahan tanah dengan di cangkul terlebih dahulu untuk menggemburkan tanah. Kemudian tanah di buat bedengan dengan lebar 1 m. dan di beri pupuk kandang per bedengan kira-kira 4 ember dengan berat 25 kg. setelah itu tanah di ratakan siap untuk di Tanami kangkung.
4. Penanaman
Dalam penanaman terlebih dahulu membuat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm dengan menggunakan tugal. Setelah itu benih kangkung di masukkan kedalam lubang tanam. Untuk perlubangnya 5 biji. Benih kemudian di timbu dengan tanah dan di siram agar benih dapat berkecambah.
5. Pemeliharaan
a. Pemupukan
Jenis pupuk, takaran frekuensi pemberian
pupuk yang digunakan hanya pupuk kandang dan pupuk urea. Pupuk kandang di berikan pada saat pengolahan tanah. Pupuk urea diberikan setelah tanaman berumur 10 Hst dan 3 hari setelah dilakukan panen. Dengan di letakkan di dekat tanaman kangkung. Takaran yang digunakan dalam pemupukan untuk pupuk kandang pak citro membutuhkan kira-kira 4 ember. Pupuk urea yang digunakan sekitar 15 gr /m2.
b. Pengairan dan waktu
Untuk budiaya kangkung darat itu sendiri tidak membutuhkan banyak air sehingga penyiraman dilakukan jika hujan tidak turun dan pada sore hari. Sedangkan kebunnya yang diamati lokasinya dekat dengan sawah sehingga jika memerlukan air tidak begitu repot untuk mencarinya. Tinggal membuat jalan air untuk dialirkan ke tanaman kangkung.
c. Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang sering mengganggu adalah balalang. Pengendalian yang dilakukan hanya secara mekanik yaitu menangkap belalang dan membunuhnya. Hasil serangan yang diakibatkan belalang membuat daun kangkung rusak. Jika terlalu parah pak Citro menggunakan pestisida Tapi dalam survai kali ini ada 2 kebun berbeda yang dimiliki pak citro. Satu yang baru ditanami dan yang satu lagi sudah lama di tanami. Untuk yang baru di tanami hama dan penyakit yang menyerang masih sedikit sehingga pengendalian yang dilakukan secara mekanis. Sedangkan yang telah lama di tanami banyak hama yang menyerang sehingga pak citro berencana pengganti dengan tanaman baru.
d. Penjarangan
Tidak dilakukan penjarangan karena dalam penanaman telah diatur jumlah tanaman yang akan di tanam per lubang tanam. Tindakan yang dilakukan hanya mencabut tanaman yang mati atau tidak tumbuh baik. Dan melakukan penyiangan gulma karena untuk kangkung darat sendiri memiliki daun yang lebar, sehingga jika gulma tidak di siangi produktivitas tanaman akan berkurang
6. Panen
a. Kriteria panen
Panen dilakukan ketika tanaman telah berumur 30 hari setelah tanam. Ditandai dengan ukuran daun pada tanaman kangkung sudah cukup luas tetapi masih muda , selain itu ukuran batang cukup besar. Dan yang paling penting warna daun terlihat hijau tua. Tinggi tanaman kira-kira 25-30cm.
b. Cara panen
Biasanya panen dilakukan dengan cara memetik atau memotong. Pemotongan dilakukan pada bagian pangkal tanaman sekitar 5-10 cm diatas permukaan tanah. Biasanya masih tersisa daun 1 atau 2 lembar. Bagian bawah daun tersebut diharapkan dapat memunculkan tunas baru yang akan akan di panen di kemudian hari lagi.
c. Interval dan frekuensi
Pemanenan yang dilakukan dapat dilakukan berkali-kali dalam sekali tanam. Biasanya pada pucuk tanaman yang dipetik, tanaman dapat tumbuh lagi. Sehingga dapat di panen lagi sekitar 10-14 hari kemudian. Maksimal pemanenan dilakukan 10 kali. Hal ini dikarenakan semakin lama kualitas panen yang dilakukan semakin menurun. Setelah itu tanaman dig anti dengan tanaman baru.
d. Hasil perluasan
dari luas kebun yang ditanami kangkung pak citro mendapatkan sekitar 40 ikat untuk luas 4 m2. Biasanya 1 ikat kangkung tersebut sebanyak 1 genggam tangan. Untuk 1 ikat sendiri pak citro mematok harga 800 rupiah
e. Pengelolaan pasca panen
Pak citro tidak melakukan tindakan pengelolaan yang khusus. Hanya beberapan tindakan saja misalnya, mengumpulkan kangkung yang telah dipanen, membagi dan mengikatnya (tiap ikat satu genggam batang kangkung) untuk dipasarkan
f. Pemasaran
hasil kangkung tersebut hanya dijual atau di pasarkan di warung sekitar rumah. Jika banyak di bawa ke pasar
7. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya produksi karena areal yang sempit sehingga hasilnya sedikit. Kurangnya pengetahuan terhadap konsep budidaya kangkung yang tepat. Harga tanaman kangkung yang murah di tingkat pasar.

8. Cara mengatasi
Memanfaatkan lahan yang ada se effisien mungkin. Mencoba bertanya dan mencari informasi untuk budidaya kangkung yang tepat. Jika di tingkat pasar harganya murah maka di jual sendiri langsung ke konsumen.

C. BUDIDAYA KANGKUNG SECARA TEORI
Syarat Pertumbuhan
Iklim
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin
Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di sekelilingnya tidak tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak rimbun.
Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi) tanaman kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen.
Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100 m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak keras, sehingga tidak disukai konsumen.
Media Tanam
Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur banyak mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah.Tanaman kangkung darat tidak menghendaki tanah yang tergenang, karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan kangkung air membutuhkan tanah yang selalu tergenang air. Tanaman kangkung membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air secara baik.
Ketinggian Tempat
Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) ± 2000 meter dpl. Baik kangkung darat maupun kangkung air, kedua varietas tersebut dapat tumbuh di mana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Hasilnya akan tetap sama asal jangan dicampur aduk.
Tekhnis Budidaya Yang Dilakukan Petani
a. Bahan Tanam Yang digunakan.
D. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
a. Pembibitan
Persyaratan Bibit Kangkung Darat
Dalam pemilihan bibit harus disesuaikan dengan lahan (air atau darat). Karena kalau kangkung darat ditanam di lahan untuk kangkung air produksinya kurang baik, warna daun menguning, bentuk kecil dan cepat membusuk.
Bibit kangkung sebaiknya berasal dari kangkung muda, berukuran 20 -30 cm. Pemilihan bibit harus memperhatikan hal-hal seperti berikut, batang besar, tua, daun besar dan bagus. Penanamannya dengan cara stek batang, kemudian ditancapkan di tanah. Sedangkan biji untuk bibit harus diambil dari tanaman tua dan dipilih yang kering serta berkualitas baik.
Penyiapan Benih
a) Benih kangkung yang akan ditanam adalah stek muda, berukuran 20-30 cm, dengan jarak tanam 1,5 x 15 cm.
b) Untuk benih dari biji kangkung diambil dari tanaman yang tua.
c) Benih yang diperlukan untuk seluas 10 m2 atau 2 bedengan ± 300 gram, jika tiap lubang diisi 2-3 butir biji.
Teknik Penyemaian Benih
Biji dengan ukuran diameter 3 mm, disebar dalam baris-baris berjarak 15 cm dengan jarak kira-kira 5 cm antara masing-masing biji. Kultivar yang berbiji dapat tahan tanah lembab dan tumbuh baik dalam musim hujan.
Pemeliharaan Pembenihan/Penyemaian
Agar diperoleh hasil panen yang baik, dalam pemeliharaan pembenihan kangkung diperlukan penyiraman teratur dan kerap pada cuaca kering.
b. Pengolahan Media Tanam
Persiapan
Kangkung air membutuhkan tempat-tempat yang ada genangan air. Bertanam kangkung memerlukan tanah yang diberi pupuk kompos, kemudian dibuatkan petak-petak/bedengan seperti tanaman sayuran lain. Tentang panjang bedengan, tergantung kondisi lahan. Kemudian siapkan tugal dan tancapkan di atas bedengan dengan jarak 20 x 20 cm.
Pembukaan Lahan
Tiga minggu sebelum melakukan penanaman kangkung, sebaiknya tanah diolah terlebih dahulu. Kemudian tanah dicampur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10 ton per hektar, diberi air dengan ketinggian 5 cm, dibiarkan tergenang air dan diberi urea 1 kuintal per hektar
Pembentukan Bedengan
Pembentukan bedengan untuk tanaman kangkung dapat dilakukan dengan ukuran lebar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam ± 15-20 cm dan jarak antar bedeng 50 cm dengan membuat selokan. Ukuran tersebut dapat disesuaikan, tergantung keadaan lahan yang tersedia. Bedengan dibuat untuk kelancaran pemasukan dan pembuangan air yang berlebih serta untuk memudahkan pemeliharaan dan kegiatan lain. Ada pula yang membuat bedengan dengan ukuran panjang kali lebar: 2×1 m dengan kedalaman drainase 30×30 cm.

c. Pemupukan
Pemupukan bagi tanaman kangkung terdiri dari pupuk dasar yaitu pupuk kandang, yang diberikan seminggu sebelum tanam (setelah selesai pembuatan bedengan). Selain itu juga diberikan pupuk urea, seminggu setelah tanam, kemudian 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk urea dicampur dengan air kemudian disiram pada pangkal tanaman dengan ember penyiram.
Pada waktu melakukan pemupukan, lahan dikeringkan terlebih dahulu selama 4 sampai 5 hari. Kemudian diairi kembali. Pupuk yang diperlukan adalah sebagai berikut: 10-20 ton/ha rabuk organik dan 100-250 kg/ha urea, diberikan selama 2 minggu pertama, dengan cara disiramkan.
Lain-lain
Agar tanaman kangkung dapat berproduksi secara memuaskan, perlu dilakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang tanah, kacang hijau, kacang buncis, kecipir atau ketimun.
d. TEKNIK PENANAMAN
Penentuan Pola Tanam
Penentuan pola tanam dapat disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami. Apabila bedengan dibuat dengan ukuran 2×1 m, maka bila jarak tanamnya ditentukan 20×20 cm, maka dalam satu bedengan terdapat sebanyak 50 lubang atau 50 rumpun kangkung (Iman, 2010).
Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan cara ditugal, yang berjarak 20×20 cm, sedalam ± 5 cm. Setiap bedengan dapat ditentukan jumlah lubangnya (tergantung ukuran bedengan).
Cara Penanaman
Penanaman kangkung darat dilakukan pada sore hari yaitu jam 16.00 sampai 18.00. Hal ini bertujuan agar benih setelah ditanam tidak langsung mendapat udara kering sehingga benih cepat berkecambah.


e. PEMELIHARAAN TANAMAN
Penjarangan dan Penyulaman
Bila tanaman kangkung terlalu lebat/sangat berdesakan dalam satu rumpun maka diperlukan penjarangan. Apabila tanaman banyak yang mati, maka segera dilakukan penyulaman (diganti dengan bibit yang baru yang telah disiapkan).
Penyiangan
Penyiangan dilakukan bila terdapat rumput liar (tanaman pengganggu). Penyiangan dilakukan setiap 2 minggu.
Pembubunan
Pembumbunan dilakukan untuk mendekatkan unsur hara bagi tanaman kangkung sehingga dapat mempermudah akar tanaman untuk mentransfernya. Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu.
Perempalan
Bagi tanaman kangkung sebagai penghasil daun dan batang, perempalan tidak dibutuhkan, sebab perempalan adalah penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berguna, yang akan menghambat pertumbuhan tanaman.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk urea. Pupuk urea diberikan hanya sekali dengan cara dilarutkan dalam air lalu disiram pada tanaman kangkung. Perlu diperhatikan agar pada waktu menebar pupuk jangan sampai ada butir pupuk yang tersangkut atau menempel pada daun, sebab akan menyebabkan daun menjadi layu. Gunakan sapu lidi setiap selesai menabur pupuk.
Pengairan dan Penyiraman
Selama tidak ada hujan, perlu dilakukan penyiraman. Penyiraman gunanya untuk mencegah tanaman kangkung terhadap kekeringan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu pagi (jam 07.00) dan sore (jam 17.00). Penyiraman dilakukan dengan gembor penyiram. Tanaman kangkung membutuhkan banyak air dalam pertumbuhannya.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Tanaman kangkung darat yang terkena ulat berwarna putih yang berada pada helai daun sebelah bawah sehingga menyebabkan warna daun menjadi kuning. Untuk penanggulangannya disemprotkan Baysudin dengan dosis 2 cc per liter air, yang disemprotkan sore hari. Untuk memberantas ulat daun yang sering menyerang tanaman kangkung, digunakan Insektisida Diazinon 60 EC, dengan dosis sebesar 2 cc per liter air dan disemprotkan pada tanaman. Serangga pemakan daun dikendalikan dengan penyemprotan strategis senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan.
Pemeliharaan Lain
Agar pertumbuhan subur, sebaiknya seminggu setelah atau sebelum panen, tanaman dipupuk urea kembali.
f. HAMA DAN PENYAKIT
Hama
Hama yang banyak menyerang tanaman kangkung umumnya relatif tidak ganas, antara lain: belalang dan ulat daun. Pengendalian: untuk mencegah terjadi over populasi, semprotkan Sevin atau sejenisnya. Untuk memberantas ulat daun ini digunakan Insektisida Diazinon 60 EC, dengan dosis sebesar 2 cc per liter air dan disemprotkan pada tanaman. Pada waktu membasmi hama, sebaiknya lahan dikeringkan terlebih dahulu selama 4-5 hari. Kemudian diairi kembali.
Penyakit
Tanaman kangkung tahan terhadap penyakit dan hanya memerlukan sedikit perlindungan. Penyakit jamur yang lazim menyerang tanaman kangkung adalah karat putih (Albugo Ipomoea panduratae). Penyakit ini peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate, tetapi bila benih diperlakukan dengan penyiraman dan higiene umumnya baik, penyakit tidak menjadi masalah. Serangga pemakan daun dikendalikan dengan penyemprotan strategis senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan.

g. PANEN
Ciri dan Umur Panen
Panen pertama sudah bisa dilakukan pada hari ke 12. Saat ini kangkung sudah tumbuh dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm. Ada pula yang mulai memangkas sesudah berumur 1,5 bulan dari saat penanaman.
Cara Panen
Cara pemanenan kangkung air hampir sama dengan kangkung darat. Cara memanen, pangkas batangnya dengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah atau meninggalkan 2-3 buku tua. Panen dilakukan pada sore hari. Panenan dilakukan dengan cara memotong kangkung yang siap panen dengan ciri batang besar dan berdaun lebar. Dengan menggunakan alat pemotong. Pemungutan hasil kangkung darat dapat pula dilakukan dengan cara mencabutnya sampai akar, kemudian dicuci dalam air. Panen kangkung darat dilakukan pada umur 27 hari. Selama panen, lahan penanaman harus tetap basah tapi tidak berair (lembab).
Periode Panen
Panen dilakukan 2-3 minggu sekali. Setiap kali habis panen, biasanya akan terbentuk cabang-cabang baru. Setelah 5 kali panen atau 10-11 kali panen maka produksi kangkung akan menurun baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Jika sudah terlihat berbunga, sisakan ± 2 m2 untuk dikembangkan terus menjadi biji yang kira-kira memakan waktu 40 hari sampai dapat dikeringkan.
Prakiraan Produksi
Pertanaman kangkung secara komersial menghasilkan sekitar 15 ton/ha sepanjang beberapa panenan berturut-turut atau sekitar 160 kg/tahun/10 m2.
h. PASCAPANEN
Pengumpulan
Kangkung yang baru dipanen dikumpulkan dan kemudian disatukan sebanyak 15-20 batang kangkung dalam satu ikatan.
Penyimpanan
Dalam penyimpanan (sebelum dipasarkan), agar tidak cepat layu, kangkung yang telah diikat celupkan dalam air tawar bersih dan tiriskan dengan menggunakan anjang-anjang (Karyaman, 2009).



























DAFTAR PUSTAKA

Dimas, 2009. Budidaya Kangkung. http://dimasadityaperdana. blogspot. com/ 2009/06/ budidaya- kangkung. html.Diakses Pada tanggal 1 April 2011.
Iman, 2010. Budidaya kangkung. http//Kangkung\Ini budidaya KANGKUNG kang… _ imam's space.htm. Diakses pada tanggal 1 April 2011.
Karyaman, 2009. Tekhnis Budidaya Kangkung. http:// karyamandiriprw. wordpress.com/ 2009/ 06/30/budidaya-kangkung/. Diakses Pada tanggal 1 April 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Apa yang membuat petani untuk menggunkan pestisida untuk mengendalikan hama.